- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Hong Kong Tutup Bandara 36 Jam, Siaga Topan Ragasa
POTRET BERITA — Bandara Internasional Hong Kong resmi menghentikan seluruh penerbangan selama 36 jam akibat ancaman Topan Ragasa, badai tropis yang diperkirakan membawa angin super kencang dan curah hujan ekstrem.
Maskapai Qantas menyebut penutupan dimulai pada Selasa (23/9) pukul 20.00 waktu setempat hingga Kamis (25/9) pukul 08.00. Selama periode tersebut, seluruh keberangkatan maupun kedatangan tidak akan beroperasi.
Bandara dan Otoritas Siaga
Pihak Otoritas Bandara Hong Kong menegaskan kesiapan menghadapi badai dengan menyiapkan prosedur darurat, meski pernyataan resmi belum dirilis. Pemantauan intensif dilakukan seiring pergerakan Ragasa yang semakin mendekati wilayah selatan Tiongkok.
Sementara itu, Observatorium Hong Kong menjelaskan sinyal peringatan topan akan dinaikkan secara bertahap. Dari peringatan terendah pada Senin (22/9) siang, status diperkirakan meningkat menjadi peringatan tertinggi antara pukul 20.00–22.00 malam.
Prakiraan menunjukkan kondisi cuaca mulai memburuk sejak Selasa pagi (23/9) dengan hembusan angin kencang dan gelombang tinggi. Intensitas terparah diprediksi terjadi pada Rabu (24/9), yang bisa menimbulkan banjir bandang, pohon tumbang, hingga kerusakan fasilitas umum.
Warga Panik Belanja

Sejak akhir pekan, warga Hong Kong mulai melakukan panic buying. Antrean panjang terlihat di supermarket, sementara sejumlah kebutuhan pokok seperti susu, mie instan, dan air minum sudah sulit ditemukan.
Menurut laporan Reuters, harga sayuran dan buah naik hingga tiga kali lipat dibandingkan harga normal di pasar tradisional. Lonjakan harga ini mencerminkan kekhawatiran pasokan pangan terganggu jika badai berlangsung lebih lama.
Dampak Internasional Ragasa
Penutupan bandara diprediksi tidak hanya berdampak pada Hong Kong, tetapi juga menimbulkan efek domino pada penerbangan internasional di kawasan Asia. Sejumlah maskapai besar seperti Cathay Pacific, Singapore Airlines, Qantas, dan Japan Airlines diperkirakan akan mengalami penundaan dan pembatalan rute.
Rute penerbangan dari Asia Tenggara menuju Amerika Serikat, Eropa, dan Australia yang biasanya transit di Hong Kong akan terganggu. Bandara internasional lain seperti Singapura Changi, Bangkok Suvarnabhumi, dan Tokyo Narita juga dilaporkan sudah menyiapkan langkah antisipasi berupa penjadwalan ulang.

Selain transportasi udara, jalur perdagangan laut juga terancam. Hong Kong merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di dunia, sehingga gangguan logistik global diprediksi bisa terjadi jika Ragasa menimbulkan kerusakan besar di wilayah perairan sekitar.
Topan Ragasa sendiri disebut sebagai salah satu badai terkuat di Asia Timur dalam dekade terakhir. Dengan kecepatan angin yang mencapai lebih dari 200 km/jam, badai ini dikategorikan sebagai super typhoon dan berpotensi menimbulkan kerugian besar, baik secara ekonomi maupun sosial.
